6 PERSEN

Image

Ya, 6 persen. Hanya 6 persen. Bila dibandingkan dengan kenaikan gaji selama lima tahun terakhir, rencana kenaikan gaji PNS pada tahun 2014 tersebut merupakan yang terendah kedua setelah tahun 2010. Pada tahun 2008, rata-rata kenaikan gaji sebesar 20%. Tahun 2009 sebesar 15%. Kemudian tahun 2010 melandai menjadi 5%. Tahun 2011 kembali meningkat sebesar 11%. Tahun 2012 naik 10%. Dan tahun 2013 naik 7%. Sebenarnya kurang tepat bila disebut kenaikan gaji. Lebih tepatnya adalah penyesuaian gaji. Sebagai contoh, penyesuaian gaji sebesar 7% di tahun 2013 sebanding dengan inflasi (kenaikan harga secara rata-rata) bulan Januari-Juli 2013 yang mencapai 6,75%. Berdasarkan data tersebut, saya memperkirakan inflasi akan mencapai sekitar 8%. Secara tahunan, inflasi Juli 2012 – Juli 2013 bahkan sudah mencapai 8,61%. Sehingga tingkat inflasi akan lebih tinggi dibanding penyesuai gaji yang kami terima.

Bila tingkat inflasi lebih tinggi dibanding penyesuai gaji yang kami terima, maka secara umum, harga barang-barang lebih mahal dibanding penyesuaian gaji yang kami terima. Saya percaya bahwa mungkin teman-teman lain juga mengalami hal yang sama. Dalam kondisi tersebut, ada 2 pilihan yang dapat kita lakukan, mencari penghasilan tambahan atau mengencangkan ikat pinggang.

Saya sering mensugesti diri sendiri agar tidak menyerah dengan keadaan. Jangan biarkan anak-anak di rumah ikutan pusing orang tuanya gimana caranya untuk memenuhi biaya hidup dan aktifitas foya-foya yang biasa kami lakukan.

Mari kita cari sumber penghasilan baru daripada mengencangkan ikat pinggang karena ikat pinggang saya memang sudah mentok di lubang terakhir 🙂 (*nelponin orang proyek yang mau ngajuin anggaran hehe….)

Semangat!!!

Thanks.

Best Rgds,

Deba Pirez

Pria Tampan Bukan Buatan Sang PNS Teladan

Advertisements

Simplicity…

Image

Beberrapa minggu yang lalu, telepon seluler (ponsel) Ibu saya mengalami sedikit kerusakan. Sebagai anak yang berbakti, tentu saja saya berinisiatif untuk mencari ponsel baru yang cocok dan pas untuk orang tua saya. Ponsel yang cocok dengan Ibu saya mungkin seperti gambar di atas. Keypad sederhana, tampilan ala kadarnya, dan cukup bisa telpon dan sms. Hunting lah saya keliling mall. Dan sungguh susah mencari ponsel dengan karakteristik seperti itu di era QWERTY dan touchscreen seperti sekarang ini. Sekalinya ketemu ponsel yang sedang saya cari, eh diskontinyu dan tidak dijamin purna jualnya. Huffttt…..

Bukannya Ibu saya tidak ingin belajar lagi bagaimana caranya menggunakan ponsel QWERTY dan touchscreen. Namun, di usia yang sudah senja, Ibu saya tidak membutuhkan hal tersebut. Ibu saya lebih mementingkan fungsionalitas dan……(sekali lagi) kesederhanaan.

Mungkin ponsel yang ada saat ini merupakan gambaran kehidupan. Semua serba praktis, otomatis, digitalisasi, dan satu sama lain saling terhubung namun tidak nyata.

Saya percaya bahwa masih ada beberapa dari kita yang masih membutuhkan kesederhanaan. Sesuatu yang sederhana tidak perlu penanganan yang njelimet bin ribet. Kesederhanaan juga seringkali membawa pada kemudahan dan kehangatan. Bahkan Leonardo Da Vinci mengatakan bahwa Simplicity is the ultimate sophistication.

Thanks.

Best Rgds,

Deba Pirez

Pria Tampan Bukan Buatan

I’m a hero…

Tags

Image

Menjadi suatu kebanggaan bagi saya saat bangun tidur dan pulang kantor masih sempat bercengkerama dengan anak saya. Dulu, saya sempat mengalami masa-masa kesedihan dimana anak saya tidak mengenali siapa bapaknya (saking banyaknya yang momong di rumah. Maklum, masih nebeng sama mertua xixixi….). Sekarang, kalau ditanya “Dimana Ayah?”, anak saya akan langsung nyelonong ke kamar mencari saya. Kadang saya suka ngumpet di kolong tempat tidur untuk bermain-main. Dan anak saya udah hapal bau bapaknya sehingga tidak kesulitan mencari 🙂 .

Meskipun usianya baru menginjak 1,5 tahun, anak saya hobi nonton DVD Barney & main game Angry Bird di iPad. Kalau mengalami kesulitan menyalakan DVD, bukan orang lain di sekitarnya yang dimintai tolong, tapi dengan senang hati anak saya keliling rumah mencari saya sambil menenteng remote DVD player. Begitupun saat bermain game Angry Bird. Menurutnya, cuma bapaknya yang sabar dan mau ngajarin anaknya main game.

Bagi orang lain, mungkin itu hal sepele. Namun, bagi saya, menjadi suatu kebanggaan. Dulu, saat masih kecil, saya pernah bercita-cita menjadi Batman. Maklum, saya suka loncat-loncatan dan lari-larian. Beranjak dewasa, enaka juga kalau jadi James Bond, supaya bisa dikelilingi cewek-cewek cantik. Namun kini, cukup lah saya menjadi pahlawan bagi keluarga kecil saya 🙂

Thanks.

Best Rgds,

Ayah Tampan Bukan Buatan Sungguh Menggemaskan

Sekadar mengingatkan…

Beberapa waktu yang lalu, saya tertarik dengan postingan mas Iwan disini . Sebuah postingan menarik tentang bagaimana mas Iwan membangun studio musik berkelas dengan dana terbatas. Saya sendiri pun berkeinginan suatu hari nanti bisa membangun studio pribadi di rumah saya.

Setelah mampir ke TKP, kok saya bingung kenapa gambar yang semestinya muncul di postingan tersebut tidak muncul. Unfortunately………itu terjadi karena gambar-gambar yang ada di postingan tersebut masih nge-link ke akun Multiply. Tidak di back up/download secara manual. Dan di block-nya akun MP oleh admin ngehe di kantor saya menyebabkan gambar-gambarnya tidak muncul. Lah, berarti kalau akun MP sudah ditutup, saya ga bisa lagi liat foto-fotonya dong.

Berdasarkan pengalaman ini, saya sekadar mengingatkan bagi teman-teman yang belum tahu atau masih terlena untuk tidak mendownload foto-foto yang ada di postingan sebelumnya di MP secara manual, untuk segera mendownload-nya. Frankly, saya salah satu yang terlena. Setelah memanfaatkan migration tool, foto-foto yang ada di blog memang masih bisa terbawa ke WP. Tapi, foto-foto itu berpotensi segera menghilang bila akun MP sudah ditutup. So, bagi teman-teman yang telah memanfaatkan fitur migration tool yang disediakan oleh pihak MULPID, berhati-hatilah.

Ayo, selamatkan foto-foto dan data kalian!!!!

Thanks.

Best Rgds,

Deba Pirez

film yang menggugah perasaan…

Iwan Yuliyanto

[Backup Journal Multiply 24 Februari 2012, dan update]



Organisasi Transparency International (TI) adalah sebuah organisasi internasional yang bertujuan memerangi korupsi politik. Organisasi ini didirikan di Jerman sebagai organisasi nirlaba yang sekarang menjadi organisasi non-pemerintah yang bergerak menuju organisasi yang berstruktur demokratik. Publikasi tahunan terkenal yang diluncurkan TI adalah Laporan Korupsi Global. Di Indonesia, TI membentuk cabang organisasinya yang bernama Transparency Internasional Indonesia (TII).

Pada tahun ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan TII, Management System International, USAID, dan Cangkir Kopi untuk memproduksi sebuah film nonkomersial yang berjudul: “Kita Versus Korupsi”. Film ini berisi omnibus empat film pendek yang menampilkan berbagai praktek korupsi yang sebetulnya begitu dekat dengan kehidupan keseharian, yang dimulai dari keluarga, sekolah, dan kehidupan bermasyarakat yang lebih luas. Omnibus adalah sebuah film yang tergabung dari beberapa segmen pendek berbeda-beda entah dari karakter, setting, jaman atau pun tempat dan biasanya pula memiliki satu benang merah yang menghubungkan…

View original post 1,568 more words

Dan saya pun menikmatinya…

Tadi malam (26/9/12), selepas pulang kuliah di Salemba, saya merasakan “wangi” yang cukup saya suka. Wanginya khas. Dan saya pun siap menyambutnya. Benar saja, begitu sampai di jatinegara, perlahan hujan mulai turun. Semakin deras menghujam bumi. Mengeluarkan “wangi” khas tanah yang begitu membuncah. Semoga ini awal dari turunnya musim hujan yang sudah lama ditunggu-tunggu.

Sampai jatibening, saya harus turun dari bis. Hujan pun tetap setia menemani dengan derasnya. Alih-alih berteduh, saya malah menikmati hujan tersebut. Laiknya adegan di pelem-pelem Korea, saya berjalan gontai, wajah menunduk, dan pasrah ketika hujan menyerbu. Saat itu saya berharap ada cahaya/sinar lampu yang mengiri jalan saya disertai bunga-bunga yang berguguran.

Ah, sudah lama ku menantinya. Terlalu naif bila saya mensia-siakan hujan di malam itu. Nikmati lah sebelum kerinduan itu datang menyerbu.

Thanks.

Best Rgds,

Deba Pirez

Pria Tampan Pencinta Hujan

 

Daftar MPers yg siap bertransformasi jd WPers…

Iwan Yuliyanto

Di bawah ini adalah alamat resmi kawan – kawan blogger Multiply yang sudah menjadi blogger WordPress pasca ditutupnya fitur blog Multiply per 1 Desember 2012 (Resmi ditutup fitur blog pada tanggal 20 Maret 2013, dan murni berganti platform menjadi murni e-commercee, namun ternyata kemudian situs tersebut DITUTUP SELAMANYA pada tanggal 6 Mei 2013).

Update terakhir: 15 Desember 2013, 17.15 WIB
Jumlah: Lebih dari 400 WPers ex-MPer.

Semoga Anda menemukan kembali kawan – kawanmu di sini, dan kemudian saling memfollow mereka sebagai bagian dari upaya mempererat jalinan silaturahim.

View original post 1,526 more words

masih butuh waktu…

Tags

Bila membaca komentar salah satu teman saya di bawah ini,

Image

sungguh, saya masih belum terbiasa bila harus melakukan postingan di social media (socmed) lainnya seperti di http://debapirez.multiply.com . Ya, masih butuh waktu bagi saya untuk beradaptasi dan terbiasa di socmed lainnya. Bahkan untuk membuat link/crossposting ke FB, saya masih belum berani. Bayangkan bila saya melakukan crossposting atas postingan http://debapirez.multiply.com/journal/item/336/Bukan-Pujian… di FB. Saya yakin “sang korban” akan langsung ngeh saat Neng Metty berkomentar seperti ini

Image

Bagi saya, MP memberikan kenyamanan untuk mengeluarkan uneg-uneg secara bebas. Saya bisa ngedumel tentang bos/teman kantor, saya bisa menyebarluaskan nomor HP Ketua DPR RI, atau saya bisa melakukan “pencitraan” terselubung. Sesuatu yang mungkin saja sulit saya dapatkan di socmed lain. Ya, karena MP merupakan “komunitas sendiri” seperti yang Neng Metty bilang diatas.

Facebook (FB)

Socmed ini digunakan untuk pencitraan dan reminder untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Banyaknya rekan kerja, sekolah, dan jaringan lainnya yang terhubung melalui FB akan membatasi saya dalam menelurkan status atau komentar. Pernah ada rekan kerja saya yang mengeluarkan sumpah serapah terhadap bos-nya di FB. Alih-alih mendapat dukungan, do’i malah mendapat panggilan dan kemudian di “sidang”. Hal tersebut menjadi catatan tersendiri dari sang bos untuk rekan saya selama sang bos berkarir disini.

Twitter

140 karakter terlalu pendek bagi saya!!!

Blogspot dan WordPress

Ibarat perumahan, BS dan WP masih terlalu mewah bagi saya. Mungkin masih butuh waktu bagi saya untuk membiasakan diri berinteraksi disini. Terlalu berat bagi saya meninggalkan sesuatu yang telah menemani saya selama 4 tahun dalam berinteraksi dan menemukan lingkungan sosial yang berbeda. Namun, waktu terus berjalan. Dan 1 Desember 2012 pun segera datang. Seperti yang dibilang mba Irma ( http://penuhcinta.multiply.com ): Jangan biarkan Mulpid mengambil satu-satunya hal yang tak bisa mereka sentuh: our ability as bloggers, as writers! 

Thanks.

Best Rgds,

Deba Pirez

Pria Tampan Bukan Buatan