div.itemactions a, div.ritemactions div.addthis_toolbox a { text-decoration: none !important; border: 0 !important; -moz-box-shadow: none !important; -webkit-box-shadow: none !important; box-shadow: none !important;; padding: 0px !important; background: none !important; }

Blog Entry Not perfect to be perfect… Feb 12, ’09 6:55 AM
for everyone
Saya sering menjumpai dan berhubungan (maksudnya dalam konteks kerja atau pergaulan) dengan wanita, dan tidak sedikit pria, yg masih melajang di usia yang menurut saya sudah cukup (30 thn menurut batasan saya).

Sebagai life observer, saya suka melakukan perbuatan iseng, yakni menganalisi karakter mereka. Salah satu karakter yang menonjol diantara lajanger adalah mereka cenderung sensitif. Gampang marah, susah diajak betjanda, dan agak pendiam. Apakah emosi mereka kurang tersalurkan?Mm..bukan kapasitas saya untuk menjawabnya. Dari diskusi bersama teman2 saya yang sudah menikah, kalau mereka sedang ada masalah di luar (bukan di rumah), salah satu cara untuk meredakannya adalah dengan bercinta ;-).

Frankly, lajangers yang saya jumpai itu sebagian besar memiliki pribadi yang sempurna. Fisik yang aduhai, materi yang mencukupi, kari
r yang gemilang,”apalagi yang mereka cari?,”begitu batin saya berbicara. Apakah mereka mencari standar yang tinggi bagi pasangan mereka?Atau sibuk dengan urusan materi dan sosialisinya?Lagi-lagi bukan kapasitas saya untuk menjawabnya.”do your own business,”hati saya tengah membela diri.

Dalam Islam, menikah adalah salah satu sarana untuk menyempurnakan ibadah kita. Dulu, sewaktu masih muda, saya senantiasa berdoa agar diberikan kesempurnaan agar saya mudah mendapatkan segalanya. Namun, renungan hari ini membuat saya berpikir bahwa saya tidak lah perlu menjadi sempurna untuk menjadi sempurna. Tadi saya sempat YM-an dengan teman saya, a girl of course. She said,”gw ga mau punya cowok ganteng kayak loe (saya pikir, do’i salah ketik. Tp stlh saya pastikan apakah ia salah ketik atau tidak dengan pertanya,”ga lah,gw biasa2 aja x” dan do’i menjawab “gw orangnya objektif kok. Kalo gw bilang ganteng ya ganteng”. Satu lg pengakuan kalo gw ini tampan kan hehe..). Menurut doi, cowok ganteng kayak gw cenderung selingkuh (what?Pengen rasanya gw somasi do’i dengan tuduhan pembunuhan karakter). Lebih baik cari yang biasa2 aja. Lebih sedikit godaannya.

Mm..dari perkenalan saya dengannya selama ini, do’i merupakan tipe wanita pada umumnya. Bukan tipe wanita yang dominan maupun egosentris. Sehingga membuat saya berpikir, apakah seperti itu pikiran wanita-wanita lainnya. Kalau memang iya, saya harus merubah sedikit tujuan hidup saya. Bukan lagi Deba Pirez Bukan Buatan. Namun, berubah menjadi Deba Pirez Tampan Sewajarnya. Biarlah saya hidup dalam ketidak sempurnaan untuk memberikan kesempatan bagi pasangan saya nanti untuk menyempurnakannya. Tiba-tiba, batin saya berbisik,”emang ada cewek yang mau sama loe lagi, Deb?”

-Love-
Deba Pirez Tampan Sewajarnya

Not perfect to be perfect…

Saya sering menjumpai dan berhubungan (maksudnya dalam konteks kerja atau pergaulan) dengan wanita, dan tidak sedikit pria, yg masih melajang di usia yang menurut saya sudah cukup (30 thn menurut batasan saya).

Sebagai life observer, saya suka melakukan perbuatan iseng, yakni menganalisi karakter mereka. Salah satu karakter yang menonjol diantara lajanger adalah mereka cenderung sensitif. Gampang marah, susah diajak betjanda, dan agak pendiam. Apakah emosi mereka kurang tersalurkan?Mm..bukan kapasitas saya untuk menjawabnya. Dari diskusi bersama teman2 saya yang sudah menikah, kalau mereka sedang ada masalah di luar (bukan di rumah), salah satu cara untuk meredakannya adalah dengan bercinta ;-).

Frankly, lajangers yang saya jumpai itu sebagian besar memiliki pribadi yang sempurna. Fisik yang aduhai, materi yang mencukupi, karir yang gemilang,”apalagi yang mereka cari?,”begitu batin saya berbicara. Apakah mereka mencari standar yang tinggi bagi pasangan mereka?Atau sibuk dengan urusan materi dan sosialisinya?Lagi-lagi bukan kapasitas saya untuk menjawabnya.”do your own business,”hati saya tengah membela diri.

Dalam Islam, menikah adalah salah satu sarana untuk menyempurnakan ibadah kita. Dulu, sewaktu masih muda, saya senantiasa berdoa agar diberikan kesempurnaan agar saya mudah mendapatkan segalanya. Namun, renungan hari ini membuat saya berpikir bahwa saya tidak lah perlu menjadi sempurna untuk menjadi sempurna. Tadi saya sempat YM-an dengan teman saya, a girl of course. She said,”gw ga mau punya cowok ganteng kayak loe (saya pikir, do’i salah ketik. Tp stlh saya pastikan apakah ia salah ketik atau tidak dengan pertanya,”ga lah,gw biasa2 aja x” dan do’i menjawab “gw orangnya objektif kok. Kalo gw bilang ganteng ya ganteng”. Satu lg pengakuan kalo gw ini tampan kan hehe..). Menurut doi, cowok ganteng kayak gw cenderung selingkuh (what?Pengen rasanya gw somasi do’i dengan tuduhan pembunuhan karakter). Lebih baik cari yang biasa2 aja. Lebih sedikit godaannya.

Mm..dari perkenalan saya dengannya selama ini, do’i merupakan tipe wanita pada umumnya. Bukan tipe wanita yang dominan maupun egosentris. Sehingga membuat saya berpikir, apakah seperti itu pikiran wanita-wanita lainnya. Kalau memang iya, saya harus merubah sedikit tujuan hidup saya. Bukan lagi Deba Pirez Bukan Buatan. Namun, berubah menjadi Deba Pirez Tampan Sewajarnya. Biarlah saya hidup dalam ketidak sempurnaan untuk memberikan kesempatan bagi pasangan saya nanti untuk menyempurnakannya. Tiba-tiba, batin saya berbisik,”emang ada cewek yang mau sama loe lagi, Deb?”

-Love-
Deba Pirez Tampan Sewajarnya

Interview With Myself – Saya hanya ingin hidup saya seperti ini saja…

Kini, film-nya sedang menjadi perbincangan hangat. Bahkan, bersama Slumdog Millionare, The Curious Case of Benjamin Sueb diprediksi akan mampu mendominasi nominasi-nominasi yang ada dalam ajang Academy Award, sebuah ajang bergengsi bagi insan perfilman dunia.

Majalah Playboy menobatkannya sebagai Playboy of The Month untuk bulan Februari ini. Di tengah kesibukannya mengikuti promo film tersebut, Playboy berkesempatan mewawancara bintang utamanya, Brad Dedd, yg meski tampak letih namun tetap tampan bukan buatan.
Berikut petikan wawancaranya.

Setelah Burn After Reading?
Burn After Reading merupakan film yang luar biasa. Mampu merebut dua penghargaan di ajang Golden Globe. Saya kembali bermain dengan senior saya George Clooney di film tersebut setelah terakhir kali kami bermain bersama dalam Ocean 13. Film yang memadukan drama dan komedi. Kini, saya tengah menuju perebutan Piala Maskoki, sebuah piala bergengsi bagi insan perfilman, dengan film terbaru saya The Curious Case of Benjamin Sueb (CCBS). Film yang diadaptasi dari sebuah novel lawas. Sungguh film yang unik. Saya harus memerankan karakter yang sulit. Saya harus bersikap seperti orang dewasa saat wajah saya semakin muda.

Kini Film Yang Anda Bintangi Telah Menjadi Perbincangan Dunia. Perasaan Anda?
Sangat senang sekali. Usaha yang kami lakukan ternyata tidak sia-sia. Bagi saya, film ini cukup berat. Tidak semua orang bisa mencerna dengan mudah. Namun, respon yang diberikan oleh penonton sangat luar biasa. Sungguh, saya tidak menyangka akan seheboh ini. What a wonderful life!

Apa Pesan Yang Ingin Disampaikan Dalam Film Ini?
Sayangilah apa yang anda mikiki bagaimanpun keadaannya dan nikmatilah hidup sebaik mungkin karena kelak waktu akan berhenti.
Anda juga bisa lihat dalam film bahwa kasih sayang tidak mengenal usia dan warna kulit. Andai saja hal itu benar-benar terjadi di seluruh penjuru dunia ini, maka hidup ini akan indah.
O ya, saya akan sumbangkan setengah dari honor yang saya dapat dari film ini ke Panti Jompo yang ada di seluruh Amerika. Mungkin jumlahnya tidak seberapa. Namun, saya hanya ingin mengingatkan bahwa sesungguhnya masih ada yang mau memperhatikan mereka di tengah bencana finansial seperti sekarang ini.

Apa Adegan Tersulit Yang Anda Lakukan Dalam Film ini?
Haha..semua sulit bagi saya. Namun yang tersulit tentu saja saat saya harus bercinta dengan Cate Blanchett saat ia sudah tua. Mungkin nanti istri saya Angie akan bertanya pada saya,”apakah saya sudah tidak memuaskan kamu lagi sehingga kamu harus bercinta dengan nenek-nenek?” haha.. (tertawa terbahak-bahak)

Seperti Benjamin-kah Wajah Anda Saat Tua Nanti?
Mm..saya rasa saya akan lebih tampan dibanding George Clooney saat saya tua nanti haha..

Seandainya Waktu Bisa Berputar Kembali?
Saya hanya ingin hidup saya seperti ini saja. Saya bahagia telah memiliki istri yang cantik & anak-anak yang lucu…

Anda Yakin Akan Terpilih Sebagai Aktor Terbaik Dalam Ajang Piala Maskoki?
Malaikat juga tahu, saya lah yang akan jadi juaranya haha..

-Selesai-

Welcome to my new contacts

Selamat datang kepada sekitar 6 contacts saya. Dalam 3 hari terakhir ada aja yg add saya. Ingin rasanya saya meng-add rekan2 yg mampir ke inbox saya. Namun apa daya, krn saya sering ngempi pakai 6600 geblex edition yg dah 3 tahun menemani saya, saya agak gaptek gmn cara nge-add-nya haha..

Selamat menikmati sajian yang tersedia. Postingan yg ga bermutu, komen yg lbh banyak menghinanya drpd memberikan solusi, dan yg paling penting, kalian bs menikmati wajah tampan saya yg bukan buatan secara gratisss!!!

Saya menerima siapapun yg mau jd contact saya. Mulai dari teman beneran smp tukang dagang. Tapi ingat, jgn sekali2 nawarin saya pembesar buah dada ya. Kalau bisa, peninggi badan aja haha..

Saya jg dgn senang hati berkunjung ke site anda. Tp,bg yg sering posting musik atau video, dgn maaf yg luar biasa, saya ga bs menyambangi Anda. Maklum, terbentur skill neh HP haha..

Once again, selamat datang. Kebahagiaan Anda adalah kebahagiaan saya juga. Bila Anda puas, beritahu teman2 lainnya. Namun bila anda tidak puas, silahkan beritahu saya (ett dah, loe kira kayak slogan di tukang2 bakso aja, Ded haha..)