Negeri van Oranje adalah novel yang baru saja selesai saya lahap. Mumpung gairah membaca & seks saya sedang membumbung tinggi (please deh, ga usah diomongin disini kalau urusan “onderdil”). Saya mampu menghabiskannya dalam waktu 3 hari. Sungguh sesuatu yang cukup spesial bagi saya mengingat kesibukan saya cukup tinggi. Dua buku lagi sudah menanti, yakni Bencana Finansial-nya Om A. Prasentyoko & Belanja Sampai Mati-nya jeung Amelia Masniari (kalau dilihat-lihat,mukanya mirip jeung Wulan/mywolly hehe..)

Novel ini ditulis secara keroyokan oleh Wahyuningrat,Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, dan Rizki Pandu Permana). Kisah dalam novel ini mirip dengan novel Traveler’s Tale. Ada bumbu cinta diantara sahabat yang saling bertualang. Setting dalam novel ini hanya seputar negeri Belanda. Negeri lainnya yang mereka jajahi seperti Belgia, Spanyol, Austria, dan Ceko hanya lah sebagai pemanis. Bukan bagian dari cerita utama (kecuali penembakan Wicak terhadap Lintang saat Lintang ngambek di Praha. Bagi yang belum tahu siapakah mereka itu, makanya beli bukunya!).

Sengaja saya tidak tulis di review karena enam bintang alias two thumbs up yang patut didapatkan (bilang aja ga bisa nulis review karena ngeblog lewat HP). Sungguh,saya sangat suka cerita yang berbau petualangan. Mulai dari The Alchemist, Tetralogi Laskar Pelangi, Naked Traveler, Traveler’s Tale, Ciao Italia, komik sang legendaris Kungfu Boy, dan masih banyak lagi. Tentu saja rasa suka itu muncul dari diri saya sendiri yang menyukai petualangan. Mulai dari pulang kampung ke Purworejo sendiri saar SD, nekad ke Gunung Semeru cuma bermodal Rp100rb dari Bekasi, dan cerita seru lainnya bersama teman-teman saya (ga seru aja kalau nge-backpack sendirian. Minimal membuat kita aman kalau tidur di terminal atau stasiun).

Frankly, saya baru mampu menjamah Lampung dan pulau Jawa-Bali. Ingin rasanya saya keliling Nusantara. Namun, alasan klasik selalu menerjang,”kebentur dana”. Rasa cinta saya akan bertualang ke berbagai tempat membuat saya bertekad untuk menjadi seorang PNS. Kenapa harus PNS?Selain bisa jalan-jalan, biaya akomodasi juga ditanggung kantor. Dan saya tidak perlu repot-repot ijin ke istri saya untuk “jalan-jalan” karena acara tersebut berbalut dinas kantor. Sungguh niat yang licik memang. Disaat orang-orang menyisihkan uangnya untuk membayar pajak, saya malah ingin menghamburkan-hamburkannya demi hasrat pribadi. Beruntung ALLAH masih menyelamatkan saya. Dan saya selalu gagal lolos tes ujian CPNS. Beberapa hari ini bahkan saya sibuk search di jobsdb & jobstreet untuk mengincar posisi Internal Audit bagi perusahaan yang memiliki cabang di beberapa daerah, atau bahkan di luar negeri.

Ah…indahnya dunia ini bila saya mampu menjelajahi setiap jengkalnya. Sungguh impian yang masih terus kumimpikan dan akan segara kuwujudkan suatu hari nanti. Itu pasti!

Deba Pirez
Pria Tampan Petualang Cinta & Kehidupan

Advertisements