Sudah seharusnya para psikolog meneliti mengenai terapi belanja sebagai penghilang stres. Kalau membutuhkan sample, saya rela mengabdikan diri saya demi penelitian tersebut. Setidaknya itu terjadi pada saya. Ya, saya memang suka belanja. Spending money & time for shopping sungguh menyenangkan.”Membantu sektor riil,”begitu batin saya membela diri meskipun merek-merek dari luar negeri menjadi favorit saya. Bukan, bukan karena kualitas mereka yang lebih bagus & harga lebih mahal, tapi bangganya hati saya kalau ada ukuran mereka yang pas di badan saya. Setidaknya setelah saya menjadi penimbun lemak.

Belanja hemat dan cerdas (smart spending) kudu dipelajari. Atau bahasa emak-emak jaman sekarang gimana dapat barang yang bagus-awet-murah tanpa harus ngajak berantem penjualnya. Sebagai smart spender pemula dengan kualitas lokal, saya tidak dapat kasih rekomendasi tempat mana yang bagus untuk belanja, apalagi sampai ke luar negeri kayak Miss Jinjing. Namun, saya bisa berbagi tips kapan saatnya untuk belanja yang tepat berdasarkan pengamatan saya selama puluhan tahun (duile….). Selain diskon, ada hadiah/gimmick yang bisa kita dapatkan.

1. Pasca Hari Besar
Lebaran, Natal, dan Tahun Baru merupakan waktu yang mujarab bagi produsen untuk melempar barang di pasaran. Ya, pada saat-saat seperti itulah sebagian besar orang mendapatkan durian runtuh seperti THR dan bonus akhir tahun. Kalau memiliki uang berlebih, biasanya orang agak kalap dan mengesampingkan rasionalitas. Menaikkan harga sedikit lalu kasih diskon yang seakan-akan menunjukan bahwa para pemilik gerai/toko sedang memberikan THR untuk anda. Namun, saya lebih suka berbelanja pasca hari besar tersebut. Berdasarkan penelitian, untuk barang-barang yang memiliki sisa stok setelah cuci gudang, mereka akan memberikan diskon lebih besar lagi pasca Hari Besar tersebut. Tapi kalau sudah keburu suka ya…beli aja. Apalagi kalau SPG dah bilang bahwa barang yg masih ada cm barang display.

2. Akhir Bulan
Selain akhir tahun, akhir bulan juga sering digunakan oleh penjual untuk menutup target penjualan. Diskon-nya biasanya tidak jauh dari kisaran 20% atau Buy 2 For 3. Ga percaya?silahkan anda lihat koran-koran akhir bulan nanti betapa content iklan dan berita sama banyaknya.

3. Akhir Triwulan
Diskon di akhir triwulan (3 bulanan) biasanya lebih besar lagi dibandingkan diskon bulanan. Ya, alasannya tidak lain untuk menutup target penjualan. Untuk perusahaan-perusahaan besar seperti ACE Hardware & Matahari Dept.Store, setiap 3 bulan sekali mereka kudu rilis laporan keuangan. Nah, supaya performance-nya keliatan bagus, mereka akan menggenjot penjualan. Dan sejauh ini, strategi diskon menjadi jurus mujarab untuk menarik konsumen. Diskon pada akhir triwulan sekitar 50%. Developer perumahan juga mempraktikan ini lho. Biasanya dalam bentuk potongan uang muka atau bunga.

4. Akhir Pekan
Silahkan buka koran KOMPAS hari Jumat-Sabtu ini. Dijamin anda akan tergoda untuk belanja. Mulai dari diskon harga hingga promosi cicilan 0%.

5. Musiman/Harian
Ini berlaku untuk promo/diskon yang berlaku untuk jangka waktu/periode tertentu seperti Imlek, Valentine, bulanan, atau tahunan. Misalnya konser Janet yang promo Buy 1 Get 1 dengan CC BCA, beli rumah di Grand Galaxy Bekasi bonus Honda Scoopy selama Imlek, Buy 1 Get 1 Starbuck mulai 1 Februari dengan CC BCA, Buy 1 Get 1 Tiket Bioskop di Blitz Megaplex dengan CC BRI/Bank Niaga/Bank UOB, dan lainnya yang lebih banyak lagi. So, saban hari juga tetap buka koran KOMPAS ya.

6. Lagi Ga Butuh
Biasanya, kalau lagi ga butuh barang, ada aja barang yang bagus dengan diskon menarik. Bagi penimbun barang seperti saya, taktik ini juga mujarab.”ALLAH bersama orang-orang yang sabar,”begitu janji ALLAH. So, sabar aja ya kalau emang ga punya duit buat beli tuh barang. Saat rasa ingin kita sudah memudar, nanti juga ada yang diskon.

Demikan sedikit ulasan dari saya. Disini tentu sudah ada yang lebih expert. Monggo kalau ingin berbagi πŸ˜‰

Thanks.

Best Rgds,
Deba Pirez
The Handsome Smart-Spender

Advertisements