Image

Beberrapa minggu yang lalu, telepon seluler (ponsel) Ibu saya mengalami sedikit kerusakan. Sebagai anak yang berbakti, tentu saja saya berinisiatif untuk mencari ponsel baru yang cocok dan pas untuk orang tua saya. Ponsel yang cocok dengan Ibu saya mungkin seperti gambar di atas. Keypad sederhana, tampilan ala kadarnya, dan cukup bisa telpon dan sms. Hunting lah saya keliling mall. Dan sungguh susah mencari ponsel dengan karakteristik seperti itu di era QWERTY dan touchscreen seperti sekarang ini. Sekalinya ketemu ponsel yang sedang saya cari, eh diskontinyu dan tidak dijamin purna jualnya. Huffttt…..

Bukannya Ibu saya tidak ingin belajar lagi bagaimana caranya menggunakan ponsel QWERTY dan touchscreen. Namun, di usia yang sudah senja, Ibu saya tidak membutuhkan hal tersebut. Ibu saya lebih mementingkan fungsionalitas dan……(sekali lagi) kesederhanaan.

Mungkin ponsel yang ada saat ini merupakan gambaran kehidupan. Semua serba praktis, otomatis, digitalisasi, dan satu sama lain saling terhubung namun tidak nyata.

Saya percaya bahwa masih ada beberapa dari kita yang masih membutuhkan kesederhanaan. Sesuatu yang sederhana tidak perlu penanganan yang njelimet bin ribet. Kesederhanaan juga seringkali membawa pada kemudahan dan kehangatan. Bahkan Leonardo Da Vinci mengatakan bahwa Simplicity is the ultimate sophistication.

Thanks.

Best Rgds,

Deba Pirez

Pria Tampan Bukan Buatan

Advertisements