Bukan Pujian…

Tags

Saya ini ga suka dipuji meskipun senang memproklamirkan diri sendiri sebagai Pria Tampan Bukan Buatan. Namun, setiap ada yang memuji, saya hanya bisa mengaminkan dan tersenyum manis πŸ™‚

Image

Ika Eviana Riatiani merupakan teman SD saya. Saya agak kaget saat ada ajakan chat darinya di FB. Saat saya tanyakan siapa nama panggilannya dan do’i menjawab “Pipin”, nah saya baru deh kenal. Jujur, saya ga tahu asalnya darimana panggilan tersebut. Do’i salah satu kembang sekolah saat SD dulu. Beruntunglah saat SD diri saya masih suci sehingga ga kenal dengan rayu-merayu.

Image

Nah, klo nama diatas, tentu tidak asing lagi bukan. Jarang-jarang nih bocah muji saya. Biasanya jadi musuh di FB & twitter hehe…

Β 

So, predikat Pria Tampan Bukan Buatan bukan lagi self-proclaimed kan hahahaha……. *ketawa smp keselek..

Β 

Best Rgds,
Deba Pirez
Pria Tampan Bukan Buatan

I will follow you if U follow me…

Tags

Image

Sebenarnya saya sudah punya akun di wordpress cukup lama. Saya pun baru menydaranyi saat ingin Daftar. Lah, ternyata alamat email-nya pernah saya pakai. Tapi saya lupa password-nya. Ngubek-ngubek notifikasinya by email, alhamdulillah ketemu juga.

Karena saya masih baru disini dan butuh banyak belajar, monggo teman-teman untuk mem-follow saya dan I will follow U sesegera mungkin. Mari kita bermain disini πŸ™‚

Thanks.

Best Rgds,

Deba Pirez

Pria Tampan Bukan Buatan

Segelas Rootbeer di Sore Hari…

Segelas Rootbeer menemani saya berbuka puasa sore ini. Menengguk Rootbear membawa kembali ingatan saya jauh kebelakang akan perjumpaan (kopdar) pertama saya dengan penghuni Multiply yaitu Vita Rumanti, seorang dosen di IPB. Saya memintanya untuk menjadi guide saya menjelajah Bogor dalam rangka menjenguk bu Arni yang baru saja melahirkan. Rootbeer menjadi pembuka diskusi ringan antara saya dan Vita di Restoran A&W. Tentu saja ditambah nasi, ayam, dan ice cream cone setelahnya. Ya, itu lah pertama kalinya saya memberanikan diri untuk menampakan wajah asli saya di depan teman-teman Multiply.

Saya bergabung di Multiply sejak tahun 2007. Namun, baru aktif menjelajahi Multiply pada pertengahan tahun 2008. Setelah putus cinta lebih tepatnya. Tidak lah heran kalau postingan saya di awal terkesan menye-menye. Meskipun pada akhirnya saya hapus karena itu bagian dari masa lalu dan rasa hormat saya kepada istri saya. Ah, tidak terasa sudah 4 tahun saya malang melintang di dunia Multiply.

Persahabatan Multiply sungguh luar biasa. Banyak interaksi yang terjadi disini. Sebelumnya saya cukup aktif menulis di Blogspot. Namun, saya menemukan rasa yang berbeda di Multiply hingga akhirnya saya hentikan sejenak kegiatan menulis di Blogspot. Saya merasa “sepi” disana. Multiply lebih mirip dengan tempat tinggal saya sebelumnya. Ramai, guyub, dan terkadang kepo. Tapi itulah yang membuat kami merasa dekat.

Sebuah Identitas Baru
Multiply memberikan saya sebuah identitas baru. Saya yang awalnya agak pemalu dan tertutup (saya yakin diluar saya banyak yang akan berkata:”fitnah!” atau “dusta”), berubah menjadi “liar” di Multiply. Baru kali ini saya mengakui (self-proclaimed) bahwa diri saya ini cukup keren. Meskipun saya lebih senang menyebut diri saya sendiri Pria Tampan Bukan Buatan (mari buka kantong plastik anda…). Saya merasa apa yang saya rasakan dan tulis menjadi lebih dihargai oleh rekan-rekan di Multiply. Di Multiply, saya bisa berperan sebagai perencana keuangan, konsultan percintaan, ataupun playboy kelas curut. Maafkan kepada teman-teman di Multiply yang telah menjadi “korban” kegombalan saya.

Multiply pula yang melatih saya untuk meramu kata-kata secara indah dan santun. Di Multiply, kita berinteraksi dengan banyak orang dengan karakter yang belum tentu sama. Saya belajar flirting, belajar mengendalikan keadaan, dan belajar menyesuaikan dengan berbagai macam karakter. Meskipun kadang kala komentar/postingan saya menimbulkan konflik atau terlibat dalam sebuah konflik.

Rumah Kedua
Ya, Multiply telah menjadi rumah kedua saya di dunia maya. Website kedua yang saya buka setelah membuka halaman YahooMail, bahkan setelah Facebook menggurita. Agak konyol memang, namun harus saya akui bahwa Multiply sudah menjadi semacam candu. Saya pernah ngempi (sebutan bagi pengguna Multiply saat sedang berselancar di Multiply) dalam berbagai gaya: berdiri desak-desakan di kereta, sambil buang air besar, bahkan saat sedang pacaran.

Menjadi mahluk yang kurang gaul jika tidak tahu gosip terkini di Multiply. Pernah suatu hari saya tidak masuk kantor hanya untuk membuka 76 halaman di Inbox Multiply karena 3 hari tidak membuka Multiply. Sampai saya absen lapak siapa yang belum saya kunjungi. Ah…sungguh menyesakkan dada bila rumah yang sudah lama kita tempati harus digusur. Ya, digusur, bukan ditinggalkan. Karena saya merasa belum siap dan mungkin tidak akan siap saat nanti harus cancel account.

Keasikan saya berselancar di Multiply telah memakan “korban”. Istri saya menuntut saya untuk mengurangi kebiasaan saya yang tergolong akut tersebut dan kembali ke kehidupan “nyata”. Bahkan meminta saya untuk rehat dari dunia Multiply. Alhamdulillah berkat lobi-lobi yang saya lakukan, saya masih diperbolehkan ngempi, dengan batas yang wajar tentunya dan mengurangi candaan saya yang bernada flirting. Her wish is my command. Keluarga adalah prioritas utama saya.

Tahun yang menggemberikan dan menyedihkan
Tahun 2011 merupakan tahun kejayaan saya di jagad Multiply. Dalam sebuah ajang MP Award 2011, saya berhasil menyabet gelar MPer Ternarsis 2011. Sebuah ajang bergengsi yang menyedot perhatian ribuan pengguna Multiply. Gelar ini ibarat Pemeran Pria Terbaik di ajang Piala Oscar. Popularitas meningkat. Sungguh bahagia rasanya. Meskipun saya masih pendatang baru di jaga Multiply, eksistensi saya telah diakui di dunia Multiply Indonesia, minimal diantara “ABG-ABG Multiply”. Pendatang baru? Yup, saya, Alm. Nita (Ratu Kopdar), Mba Niez, cak Marto, Anazkia dan beberapa teman lainnya merupakan generasi ABG pengisi lapak Multiply. Lebih cerewet dan frontal. Rasa hormat dan bahagia bila kami menjumpai senior-senior di Multiply yang sudah malang melintang selama 8 tahun di lapak kami, menyapa, bahkan melemparkan sedikit komentar. Berita penutupan fitur socmed pula lah yang membawa beberapa senior untuk “turun gunung”.

Namun, di tahun itu lah saya mulai mengurangi aktifitas saya di Multiply. Keluarga kami bertambah 1 dengan lahirnya putra kami. Istri dan anak menuntut perhatian yang lebih meskipun saya tetap setia mengunjungi lapak teman-teman di Multiply dengan intensitas yang berbeda. Fokus pembahasan dan interest saya pun berubah. Dari dunia percintaan menjadi dunia keluarga. Dan saya pun menemukan teman-teman baru yang memiliki ketertarikan yang sama. Ditambah dengan wafatnya salah satu sahabat terbaik saya di Multiply, Nita Febri, membuat Multiply menjadi lebih sepi. Di sisi lain, mungkin Nita lebih beruntung dari kita karena tidak sempat merasakan kehancuran Multiply.


Save The Best For Last
Buih soda di Rootbeer mulai berkurang. Seiring dengan meredupnya Multiply yang akan menutup fitur blog/social medianya. Tidak akan ada lagi “buih-buih” yang meramaikan layar komputer saya saat membuka http://www.multiply.com. Kalau pun ditemui di tempat lain, rasanya pasti akan berbeda. Fitur blog/social media di Multiply begitu lengkap, begitu menorehkan banyak cerita, mendatangkan banyak sahabat, dan terlalu banyak yang diberikan sehingga kepergiannya akan sangat menyedihkan.

Thanks.

Best Rgds,
Deba Pirez
Pria Tampan Bukan Buatan

Kolom comment sengaja saya tutup sampai 1 Desember 2012.

Ada Harga Yang Harus Dibayar…

Sebuah Harapan…
Sekitar akhir Mei 2012, kami menemukan kembali sebuah harapan. Ya, harapan bahwa fitur social media di MP tidak digusur oleh CEO MULPID yang baru yakni Mr.Stefan, menggantikan Peter Pez. Dalam sebuah wawancara dengan tabloid KONTAN, beliau mengatakan bahwa tidak akan menggusur fitur blog. Fitur social media yang sebelumnya diisukan (dan saya lah penyebar isunya setelah membaca wawancara tabloid KONTAN dengan Daniel Tumiwa) akan ditutup, TETAP DIPERTAHANKAN agar semua pengguna MP merasa nyaman.


Harga Yang Harus Dibayar…
Namun, tanggal 7 Agustus 2012, saya kembali mendapatkan kabar buruk dari dunia perngempian. Salah seorang rekan saya (
http://penuhcinta.multiply.com/journal/item/456 ), meskipun manis namun agak galak, mendapatkan sebuah “pesan” bahwa fitur social media/blog akan segera dihapuskan pada bulan Desember 2012 nanti. Sebuah “pengkhianatan” yang memalukan dari CEO Multiply terhadap apa yang pernah ia janjikan.
Mba Arie yang selama ini dinobatkan sebagai Presiden MPID seumur hidup beserta beberapa rekan-rekan lainnya akan mencoba melakukan mediasi dengan petinggi-petinggi Multiply terkait dengan rencana besar mereka tersebut. Dan saya berharap ada hasil positif dari pertemuan tersebut.

Multiply merupakan sebuah entitas bisnis. Bukan lembaga nirlaba apalagi panti asuhan. Saya menyadari bahwa mereka harus menempuh langkah-langkah yang menghasilkan profit bagi mereka. Tentu saja kita tidak ingin melihat nasib Multiply seperti social media gratisan lainnya yang berujung pada kematian seperti Friendster dan Yahoo Koprol. Bahkan, social media sekelas Facebook pun tidak begitu disenangi di kalangan investor. Sebagai buktinya, harga saham Facebook terus merosot dari USD38/lembar saham saat penawaran perdana menjadi USD21,92/lembar saham pada tanggal 6 Agustus 2012 (www.finance.yahoo.com).
Saya pribadi lebih memilih membayar annual fee dengan nilai yang terjangkau dibanding harus pindah ke social media gratisan lainnya seperti Xanga, WordPress, ataupun Blogspot sebagaimana polling yang diajukan oleh Mba Arie disini . Saya khawatir akan bernasib sama dengan Multiply dalam jangka panjang. Setelah asik dan menikmati, eh…tiba-tiba harus tergusur. Membuat website tandingan? Membutuhkan sumber daya dan sumber dana yang tidak kalah repotnya. Ya, memang ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan sebuah kenyamanan. Lagipula, dengan membayara annual fee, maka akan tersaring siapa yang benar-benar ingin serius ngempi. Minimal mengurangi akun kloningan dan dummy yang cuma memenuhi inbox.
Saya berharap manajemen Multiply mempertimbangkan kembali rencananya. Multiplier/blogger merupakan pangsa pasar yang besar bagi kelangsungan bisnis mereka. Multiplier/blogger seharusnya dirangkul, bukan digusur. Saya juga senantiasa berdoa semoga bisnis jual-beli online Multiply bisa sukses melebihi target mereka sehingga keuntungannya dapat digunakan untuk subsidi silang bagi pemeliharaan fitur social medianya.

Thanks.

Best Rgds,
Deba Pirez
MPers Tertampan & Ternarsis 2011

(Xenophobia) Sentimen Terhadap Orang Batak….

Dulu, kalau sedang jalan sendirian, terutama sekali di bis, saya berusaha sebisa meungkin tidak berinteraksi dengan orang (suku) Batak. Waktu itu, asumsi saya ada 2, kalau ga preman/tukang palak ya…copet. Ditambah lagi dengan pengalaman-pengalaman masa lalu yang agak kurang bagus dengan orang-orang Batak:
– pernah dipalak di jembatan yang menghubungkan terminal blok M dengan Blok M Plaza (dulu mall paling keren se-Jakarta neh hehe..) oleh orang Batak…
– pernah ngeliat temen dicopet di P15 (Kp.Rambutan-Blok M) dan P9A (Bekasi-Senen) oleh orang Batak. Saya ga berani teriak karena dibawah intimidasi senjata tajam oleh mereka…
– pernah berkelahi dengan tetangga yang orang Batak karena anjingnya ngejar-ngejar saya…
– dari bangku SD-SMU ketemu guru yang galak dan…..mmm mereka orang Batak…
– paling susah ditawar kalau penjualnya orang Batak…
– suka ngeliat orang Batak mabuk-mabukan di Lapo…

Namun, lambat laun stigma terhadap orang Batak yang terbentuk seperti itu mulai pudar semenjak saya duduk di bangku kuliah. Memang benar ada pepatah yang mengatakan “Tak Kenal Maka Tak Sayang”. Sejak kenal dekat dengan teman-teman yang bersuku Batak, mereka memiliki solidaritas yang tinggi dan royal dan loyal. Saya suka meniru logat mereka jika sedang berbicara mereka. Ditambah lagi saat saya kerja di Ancol, saya memiliki seorang pimpinan yang bersuku Batak dan baik hatinya. Bahkan, salah satu keluarga besar kami sekarang dari keluarga kakak ipar berasal dari ranah Batak. Kalau kata ex-bos saya, orang Batak itu suara dan mukanya aja yang kayak Rambo, tapi hatinya Rinto

Postingan ini diikutsertakan untuk lombanya kak Lessy

Thanks.

Best Rgds,
Deba Pirez

(Senyumku Untuk Berbagi) Senyum Kemenangan…

Beberapa waktu yang lalu, kopdar akbar MPID 2012 baru saja dilaksanakan. Tiba-tiba saya teringat foto ini. Tahun 2011 merupakan tahun kejayaan kami. Saat MPers Ternarsis & Tertampan bersanding dengan Ratu Kopdar, tak akan ada yang mampu membendung eksistensi kami.

Tribute to Alm. Nita Febri yang senantiasa berbagi senyuman kepada kita semua…

Foto ini diambil sekitar 1 tahun yang lalu dari lapaknya Bundel yang ceria & baik hatinya pada kopdar akbar MPID tahun 2011.

Postingan ini diikutsertakan untuk lomba di http://multiply.com/m/item/kaklist:journal:101

Thanks.

Best Rgds,
Deba Pirez
MPers Ternarsis & Tertampan Tahun 2011

Ngampus Lagi…

Ada beberapa orang yang memiliki keberuntungan dalam hal-hal tertentu. Ada yang beruntung punya wajah tampan, beruntung punya harta melimpah, atau beruntung ga pernah ketahuan dalam melakukan tindak kejahatan. Nah, mungkin keberuntungan saya ada dalam hal pendidikan.

Saat sedang ditimpa krisis likuiditas setelah habis-habisan bangun rumah, eh dapat tawaran beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang Strata-2 (S2) MAKSI-UI. Padahal syarat internal di kantor, untuk mendapatkan beasiswa harus memiliki masa kerja minimal 5 tahun. Dan saya cukup beruntung bisa mendapatkannya saat masa kerja saya baru menginjak 2 tahun. Ah….sungguh indah menjadi bagian dari orang-orang yang beruntung.

Ngampus lagi. Jadi mahasiswa lagi. Dan membuat saya terus merasa awet muda . Kuliah sambil bekerja tidak akan menghentikan semangat belajar saya meskipun rasa lelah sudah menunggu di depan mata. Malah akan membuat waktu saya semakin efektif dan efisien. Terima kasih kepada istri saya yang senantiasa mendampingi saya saat ujian dan mengurus administrasi di Depok (takut saya kesasar katanya hehe…) dan rekan-rekan yang telah mendoakan dan men-support saya.

Thanks.

Best Rgds,
Deba Pirez
Mahasiswa Tampan Calon Pemimpin Masa Depan

Thanks for everything…

Thanks ALLAH to give me heaven on earth. Terima kasih kepada istri dan anakku yg telah memberikanku kebahagian yg lebih bahagia pada 2 tahun terakhir ini. Kehadiran kalian telah membuatku semakin tampan, kaya, bahagia, dan beruntung…
4 Juni is my wife birthday & our wedding anniversary
5 Juni is my son’s birthday…
Ditunggu kadonya ya. Masih berlaku hingga 30 hari ke depan. kalau bisa harganya jangan diatas Rp1 juta. masuk gratifikasi tuh hehe…
Thanks.
Best Rgds,
Deba PIrez
Pria Tampan Penyayang Keluarga
Thanks to MySketch for the picture. masih belajar nge-Pad neh xixixi….

(Mungkin) saya harus kembali pulang…

Dahulu, sebelum saya mengenal multiply, saya sibuk bertapa di http://www.debapirez.blogspot.com. Disana saya menemukan kedamaian. Ya, kedamaian dalam arti sesungguhnya maupun kiasan. Alih-alih terjadi sebuah perdebatan, interaksi pun sangat jarang saya temui.

Sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya oleh MPers lainnya, mundurnya mas Peter Pez mungkin akan menimbulkan dampak lanjutan. Multiply akan fokus pada pengembangan e-commerce. Dan potensi ditutupnya fitur blog bisa saja terjadi. Sebagai sebuah perusahaan berorientasi bisnis dan profit, dihilangkannya fitur blogging/journal yang tidak secara langsung menghasilkan profit bagi MP sah-sah saja dihilangkan. Tentu kita tidak ingin MP bernasib sama seperti friendster. Tergerus dimakan waktu dan jaman.

Tapi itu pandangan saya sebagai seorang pebisnis. Namun, sebagai seorang MPers yang telah 4 tahun malang-melintang dan membesarkan nama saya di dunia MP, saya pasti akan menolak ditutupnya fitur tersebut. Saya menikmati kehangatan dan keramaian disini. Sungguh sebuah jembatan persahabatan yang belum saya temui di dunia maya lainnya. MP begitu lengkap.

Perlahan, saya akan mulai migrasi dan berselingkuh ke tetangga sebelah. Rekan-rekan bisa menjumpai saya di sini (www.debapirez.multiply.com). Tempat dimana saya biasa bertapa πŸ˜‰

Thanks.

Best Rgds,
Debapirez
*ga ada gelar dulu. lagi mellow….

Saya tetap akan bertahan di MP hingga titik darah penghabisan. FPI berdiri di belakang saya…… *tsahh…

(Narsis In Romance) Always Happy Everyday…

Assalamu’alikum Wr.Wb..

Apa kabar Debamania?

Dalam rangka meramaikan lomba di sini , maka saatnya unjuk gigi…

Syarat dari juri agak cukup berat. Dan kadang definisi romantis bagi masing-masing orang berbeda. Namun, demi eksistensi saya di jagat perngempian dan permintaan para fans akan foto terbaru saya, maka akan saya tampilkan…..jeng…jeng…jeng….


Dalam hidup ini, masalah sering datang silih berganti. Namun, kami berusaha mengambil hikmah dibalik itu semua. Kami percaya masalah yang datang akan semakin menguatkan kami.

Foto ini bercerita akan hal tersebut. Bercerita tentang bagaimana kami melewatinya. Tertawa akan membuat pikiran kami fresh. Dan siap menghadapi masalah baru. Seperti biasa, sebelum kami tidur, kami saling bercerita mengenai kejadian-kejadian hari ini. Ada saja kejadian konyol yang dapat kami tertawakan. Dan bagi kami, tertawa bersama itu sangat romantis, lepas, dan natural. Sungguh, foto ini sangat eksklusif. Silahkan kalian ngubek-ngubek foto-foto di MP dan FB saya. Kalian takkan menemukan foto istri saya yang tertawa begitu lepas…

Ehm….sebenarnya sich kami punya foto yang lebih yahud. Tapi berhubung ada syarat “Mesra tapi sopan“, jadi diurungkan deh posting foto tersebut. Adegan-adegan mesra di sekuel Twilight yang berjudul “Blue Moon” mah lewat. Namun, saya menydari bahwa masih banyak para penggemar saya belum menikah, jomblo, dan lebih parahnya masih di bawah umur. Saya khawatir majalah FHM Indonesia akan menghubungi saya dan menjadikan foto tersebut di cover majalahnya πŸ˜‰

Thanks.

Best Rgds,
Deba Pirez
Pria Romantis Tapi Ga Narsis